SeePage 1. Lakukanlah analisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI! (Petunjuk: baca dan pahami terlebih dahulu tentang ketahanan nasional Indonesia yang ada di dalam BMP MKDU4111) Jawab: Penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI : Pada hakikatnya, globalisasi merupakan proses hubungan antarbangsa yang sudah terjadi Lakukanlahanalisis penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah NKRI! Soal 4 (Skor 25) Pancasila merupakan dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang menjadikan pedoman untuk hidup berbangsa dan bernegara. Kondisi sekarang ini banyak teradapat Ancaman, Tantangan, hambatan dan Gangguan (ATHG) yang dapat merusak ketahanan nasional, sehingga Contohdari gangguan adalah masuknya kebudayaan asing yang membawa serta ideologi yang berbeda dengan ideologi bangsa. Penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah keutuhan NKRI antara lain sebagai berikut: 1. Masyarakat Indonesia yang bersifat heterogen (keberagaman suku bangsa, budaya, agama dan ras). 2. cash. Negara Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan yang diproklamasikan itu berangkat dari perjalanan sejarah peperangan yang panjang, berabad-abad lamanya melawan penjajah dalam suasana perpecahan tidak adanya semangat persatuan dan kesatuan menyebabkan lamanya penjajahan di bumi Nusantara. Memang sungguh sulit mempersatukan Negara seluas Nusantara yang terdiri dari pulau, dihuni oleh penduduk berasal dari dua ras besar Melayu dan Melanesia, lebih dari 350 suku bangsa yang berbicara dalam 583 dialek bahasa, memeluk lima agama besar di dunia. Dalam perjalanan sejarah “Nusantara”, selama kurun waktu 2000 tahun tercatat hanya tiga negara kesatuan yang dapat tegak berdiri di bumi Nusantara ialah Sriwijaya, Majapahit dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebinnekaan budaya dan kondisi geografisnya tersebut, membuat bangsa Indonesia mudah di pecah belah. Dengan kata lain, secara fisik-geografis dan sosial budaya Negara Indonesia “Nusantara” rawan perpecahan. Penjajahan itu mengakibatkan kebodohan dan penderitaan yang pada awal abad XX mendorong tumbuhnya semangat kebangsaan. Kebangkitan Nasional ini ditandai dengan lahirnya gerakan Budi Utomo pada tahun 1908. Peristiwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Sumpah tersebut merupakan perwujudan sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu dalam wadah negara, bangsa dan bahasa Indonesia. “Satu tanah air menunjukkan satu kesatuan geografis, satu bangsa menunjukkan satu kesatuan politik, dan satu bahasa menunjukkan satu kesatuan sosial budaya”. Tekad ini mewujudkan perjuangan yang akhirnya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Kendatipun kita sudah merdeka, pengalaman membuktikan bahwa kemerdekaan tidak membebaskan bangsa Indonesia dan berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan ATHG. Dari sejarah perjuangan bangsa, Anda mengetahui adanya invasi Belanda, berbagai pemberontakan, pengkhianatan, serta penyelewengan terhadap negara kesatuan Republik Indonesia. Sejarah memberikan pelajaran berharga kepada kita sebagai bangsa bahwa ATHG tidak hanya datang dari luar melainkan juga dari dalam tubuh bangsa Indonesia sendiri. Untuk menghadapi ATHG yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, perlu dikerahkan segenap kemampuan, kekuatan, serta potensi yang ada pada bangsa Indonesia yang terwujud sebagai kesadaran berkemampuan bela negara. Karena itu seluruh warga negara sejak dini perlu dibekali dengan kemampuan tersebut melalui Pendidikan pendahuluan bela negara PPBN. PPBN ini bertujuan untuk 1. meningkatkan kecintaan pada tanah air; 2. meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara; 3. meningkatkan keyakinan Pancasila sebagai ideologi bangsa; 4. meningkatkan kesadaran bela negara; 5. mengembangkan kemampuan awal bela negara. Maksud dari bela negara adalah tekad, sikap, semangat, serta tindakan warga negara dalam upaya menjaga, memelihara, serta mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Tekad upaya ini tidak hanya terbatas dalam wujud perjuangan mengangkat senjata, melainkan mencakup semua wujud gagasan, sikap, serta perbuatan pengabdian melalui bidang masing-masing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mencapai tujuan Nasional. PPBN dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu melalui Pendidikan di sekolah dasar dan menengah misalnya melalui Pendidikan kepramukaan dan melalui Pendidikan tinggi dalam bentuk Pendidikan Kewarganegaraan. Visi Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi, yakni menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadian menjadi warga negara Indonesia yang baik. Misinya membantu mahasiswa selaku warga negara agar mampu mewujudkan nilai-nilai dasar perjuangan bangsa Indonesia, kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab terhadap kemanusiaan yang beradab. Penguasaan kompetensi yang diharapkan bagi mahasiswa setelah mempelajari modul Kewarganegaraan ini adalah mempunyai kemampuan berpikir, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai intelektual. wawasan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk membela negara yang dilandasi oleh rasa cinta tanah air. wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa dan bernegara demi Tannas national resellience untuk kelangsungan hidup bangsa dan negara national survival. pola pikir dan pola sikap yang komprehensif integral dalam memecahkan masalah dan implementasi pembangunan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Secara umum, modul ini akan mengajak Anda memahami apa dan mengapa Pendidikan Kewarganegaraan perlu dipelajari oleh setiap generasi bangsa Indonesia. Setelah Anda mempelajari modul ini Anda diharapkan mampu memahami Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan secara komprehensif dapat menjelaskan tentang analisis apa itu negara, bangsa, dan masyarakat serta kewajiban dan hak setiap warga negara dalam bela negara; tentang analisis hubungan antara falsafah, pandangan hidup, ideologi, dan Dasar Negara; tentang analisis hakikat, makna Pendidikan Kewarganegaraan; landasan hukum; Pendidikan Kewarganegaraan; tentang analisis hakikat tujuan Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan kepentingan nasional. Materi ini diperkaya dengan pengayaan video yang bisa anda di akses pada link berikut. V Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan Source Selamat belajar! Source Halooo semua, bagaimana kabar kalian? Semoga dalam keadaan yang sehat yaa...Kesempatan kali ini saya akan membahas dan memberikan jawaban tentang persoalan "Lakukanlah Analisis Penyebab Munculnya ATHG Yang Bisa Memecah Belah NKRI!".Jawaban disini murni pendapat pribadi yang diambil dari beberapa referensi, silahkan digunakan juga sebagai referensi untuk menjawab persoalan yang pembangunan integrasi nasional selalu mendapat Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan atau yang disingkat dengan ATHG. Hal tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang bisa berasal dari dalam danluar negeri serta bisa berupa fisik dan Analisis Penyebab Munculnya ATHG Yang Bisa Memecah Belah NKRI!JawabanATHG adalah singkatan dari Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan. Ancaman adalah usaha yang dinilai bisa membahayakan keutuhan wilayah, keselamatan bangsa dan kedaulatan negara. Tantangan adalah usaha yang digunakan agar suatu tujuan tertahan. Hambatan adalah usaha yang berasal dari diri sendiri dan mempunyai sifat untuk melemahkan dan menghalangi secara tak konsepsional. Gangguan adalah usaha dari luar yang mempunyai sifat melemahkan dan menghalangi secara tidak munculnya ATHG Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan disebabkan oleh beberapa faktor-faktor berikut, seperti1. Kurangnya sikap toleransi antar masyarakat IndonesiaToleransi adalah sikap saling menghargai dan menerima perbedaan dari berbagai perilaku, ras, suku, agama, bahasa, budaya, dan etnis yang ada di dunia ini. Toleransi tumbuh dengan adanya kesadaran bahwasannya keberagaman itu terjadi karena sejarah dengan semua faktor yang memengaruhinya. Padahal, menghargai keberagaman merupakan salah satu cara untuk menjaga persatuan dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Oleh karena itu seharusnya masyarakat harus bisa menumbuhkan sikap toleransi antar masyarakat, karena jika tidak maka akan bisa menyebabkan munculnya di negara Indonesia yang dapat memecah bela Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI seperti Perpecahan bangsa karena konflik sosial dalam kehidupan bermasyarakat bisa juga karena ekonomi, status sosial, ras, suku, agama, kebudayaan. Serta menimbulkan pandangan dan sikap merendahkan budaya Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia atas ancaman dan gangguan dari luar Ancaman ini muncul dari berkembangnya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi IPTEK di era revolusi industri Di negara Indonesia, contohnya pada daerah Natuna Kepulauan di Laut Cina Selatan, di daerah Natuna ini menjadi peluang terjadinya konflik baru. Karena, daerah Natuna berada pada sisi utara pulau Kalimantan dimana sering terjadinya konflik klaim wilayah yang saling tumpah tindih antara beberapa negara seperti Brunei, Malaysia, Vietnam, Taiwan dan Tiongkok. Di sisi masyarakat, masyarakat Indonesia seperti terlena dengan kecanggihan dan kemajuan dari teknologi, tanpa disadari banyak sekali dampak-dampak negatif, ancaman dan gangguan dari luar yang tanpa disadari masyarakat terima dan bisa mempengaruhi masyarakat Indonesia, oleh karena itu masyarakat harus bisa mulai menyaring dan menggunakan kemajuan dari teknologi ini dengan jika tidak, maka akan munculnya Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan di negara Indonesia yang dapat memecah bela Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.3. Dampak negatif globalisasiGlobalisasi memberikan dampak negatif pada kehidupan masyarakat Indonesia seperti terjadinya kesenjangan sosial, sikap individualistik, pola hidup masyarakat yang konsumtif, pola hidup masyarakat mengalami perubahan dan pergaulan bebas. Disisi lain terjadinya globalisasi perekonomian dapat membuka peluang pasar masuknya produk-produk dalam negeri ke pasar Internasional. Dan juga sebaliknya, dapat membuka peluang masuknya produk-produk global masuk ke pasar lokal domestik. Masyarakat harus bisa mengikuti arus globalisasi tanpa harus terjebak dalam dampak dampak negatif ini terus-menerus terjadi maka akan munculnya Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan di negara Indonesia yang dapat memecah bela Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.4. Ancaman non militer dibidang politikAncaman non militer dibidang politik, seperti provokasi, intimidasi dan juga blokade politik. Hal ini dapat memicu terjadinya Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan di negara Indonesia yang dapat memecah bela Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI apabila Indonesia tidak bisa mengatasi hal Ancaman dibidang sosial budaya Ancaman dibidang sosial budaya dapat berasal dalam negeri dan dari luar negeri. Ancaman dari dalam negeri disebabkan oleh kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan dan isu-isu kemiskinan. Jika ancaman ini tidak dapat diatasi maka akan yang dapat memecah bela Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.ReferensiLasiyo, dkk. 2021. Pendidikan Kewarganegaraan. Tangerang Selatan Universitas Jawaban yang tepat untuk soal tersebut adalah masyarakat bersifat heterogen, kurangnya sikap saling menghargai dan bertoleransi, serta adanya budaya yang mulai tergeser oleh budaya asing. Integrasi nasional adalah usaha atau proses mempersatukan perbedaan-perbedaan dalam suatu negara sehingga tercapai keserasian dan keselarasan nasional. Dalam mempertahankan integrasi nasional, Indonesia sering dilanda berbagai upaya disintegrasi bangsa yang berupa ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan ATHG. Berikut penjelasannya 1. Ancaman adalah sebuah usaha atau kegiatan yang berasal dari dalam negeri dan dinilai dapat membahayakan kedaulatan negara secara konsepsional. Contoh dari bentuk ancaman dalam negeri seperti pemberontakan bersenjata yang dilakukan oleh PKI di Madiun pada tahun 1948 dan pemberontakan G-30 S/PKI pada tahun 1965. 2. Tantangan adalah sebuah usaha yang bertujuan untuk menggugah kemampuan. Contoh dari tantangan adalah berbagai tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme KKN. 3. Hambatan adalah usaha yang muncul dari dalam dan bertujuan untuk menghalangi atau melemahkan secara tidak konsepsional. Contoh dari hambatan dalam negeri adalah keanekaragaman budaya di Indonesia yang mengakibatkan konflik karena perbedaan pola pemikiran. 4. Gangguan adalah usaha yang muncul dari luar dan bertujuan untuk menghalangi secara tidak konsepsional. Contoh dari gangguan adalah masuknya kebudayaan asing yang membawa serta ideologi yang berbeda dengan ideologi bangsa. Penyebab munculnya ATHG yang bisa memecah belah keutuhan NKRI antara lain sebagai berikut 1. Masyarakat Indonesia yang bersifat heterogen keberagaman suku bangsa, budaya, agama dan ras. 2. Kurangnya sikap saling menghargai perbedaan di dalam masyarakat. 3. Budaya asli mulai tergeser karena dipengaruhi budaya asing yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa. 4. Kurangnya sikap saling bertoleransi dalam masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebab munculnya ATHG adalah masyarakat bersifat heterogen, kurangnya sikap saling menghargai dan bertoleransi, serta adanya budaya yang mulai tergeser oleh budaya asing.

lakukanlah analisis penyebab munculnya athg yang bisa memecah belah nkri